Friday, December 14, 2007

Hukum Allah " Lei Maromak"


1. DASAR-DASAR HUKUM ALLAH
Alkitab menunjukkan Allah mempunyai pemerintahan (Mazmur 103:19) dan setiap pemerintahan pasti mempunyai hukum dan peraturan-peraturan. Allah adalah satu-satunya pemerintah di alam semesta, hukum-hukum yang dibuatNya tentunya berlaku bagi seluruh penghuni alam semesta. Sebagaimana Allah adalah kekal, maka hukum-hukumNya juga bersifat kekal.
1. Keatas prinsip apa pemerintahan Allah didasarkan?

"Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhtaMu, kasih dan kesetiaan berjalan di depanMu." Mazmur 89:15

Dasar dari pemerintahan Allah adalah hukum-hukumNya.

2. Apa yang dimaksud dengan "Hukum Allah" di dalam Alkitab?

Hukum Allah adalah standar terhadap mana sesuatu hal dinyatakan benar atau salah, seseorang dinyatakan berdosa atau tidak. "..., sebab dosa ialah pelanggaran terhadap hukum Allah" I Yohanes 3:4
3. Apa gunanya hukum Allah?
"Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa." Roma 3:20 "Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!" Roma 7:7 "..., tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran." Roma 4:15

Hukum tidak berkuasa mengampuni pelanggaran. Hukum menyatakan / memperlihatkan dosa kita dan membawa kita kepada Kristus.

4. Apakah hukum Allah menyatakan kehendak Allah?

Sudah tentu, karena Dia sendiri yang membuat hukum-hukum itu, maka hukum-hukum tersebut merupakan pantulan tabiat Allah sendiri. "Aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku; TauratMu ada dalam dadaku." Mazmur 40:9. John Wesley menyatakan bahwa "Hukum ini (hukum Ilahi) adalah gambaran yang benar dari Yang Mahatinggi dan Mahakudus yang menempati kekekalan. Inilah wajah Allah yang terbuka. Inilah isi hati Allah yang terbuka untuk manusia" (Peraga Baru hal 183, diambil dari Fourty-four Sermons, hal 385, 386.)

5. Sebutan-sebutan lain apa yang dipakai untuk menyatakan hukum Allah?

Dalam Mazmur 119 Daud memakai beragam ungkapan : perintah-perintahMu, peringatan-peringatanMu (ay 111), titah-titahMu (ay 110), ketetapan-ketetapanMu (ay 112), TauratMu (ay 97), firman-firmanMu(ay 57), janjiMu (ay 140).

6. Bagaimana manusia harus mengetahui hukum Allah?

"Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela." Roma 2:15.

Catatan: Pada waktu penciptaan Allah menuliskan hukumNya dalam hati manusia dan dengan alasan tersebut itu dinyatakan sebagai hukum alam dalam Roma 2:14.

7. Apa hubungan hukum Allah dengan penghakiman?

Hukum Allah adalah standar yang olehnya semuanya dihakimi dan untuk alasan itu Yakobus mengatakan, "Berkatalah dan berlakulah seperti orangorang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang." Yakobus 2:12. "... takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintahNYa, karena adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat." Pengkhotbah 12:13,14
8. Untuk berapa lama hukum Allah berlaku?

"Perbuatan tanganNya ialah kebenaran dan keadlilan, segala titahNya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran." Mazmur 111:7,8 "Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal." Lukas: 16:17

Kesimpulan

Tidak seperti pemerintahan di dunia ini dimana pemerintah dapat berganti sehingga hukum atau undang-undang pun dapat berganti pula. Allah adalah kekal dan tetap sama, sehingga hukum-hukumNya pun tetap tak berubah. "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya." Ibrani 13:8 "Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah." (Maleakhi 3:6).
2.HUKUM DAN ANUGERAH

Hukum Allah dan anugerahNya tidaklah berlawanan. Sebagian orang menganggap karena kita diselamatkan oleh anugerah (Efesus 2:8) kita tidak perlu mengikut hukum Allah yang suci. Sebagian lagi telah menduga bahwa semua hukum yang di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah anugerah bukan hukum. Pertanyaan kita satu-satunya seharusnya, apa dikatakan Alkitab?
1. Kepada berapa orang Allah, telah menyatakan anugerahNya?
"Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata." Titus 2:11.Catatan: Anugerah adalah kemurahan yang tidak pada tempatnya dan kasih Allah. Itu adalah kuasa Allah yang bekerja dalam suatu kehidupan yang sepenuhnya berserah kepada Allah. Apabila orang berdosa yang bertobat menerima Kristus Allah memperhitungkan kebenaran Yesus Kristus menjadi kebenarannya.
2. Apakah Musa menyadari anugerah Allah?

"Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru," 'Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya.'" Keluaran 34:6.

3. Apakah Nuh hidup di bawah anugerah?

"Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan." Kejadian 6:8.

4. Cara-cara apakah yang telah digunakan Allah untuk membuat anugerahNya tersedia bagi umat manusia?

"Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena la telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.'' Roma 3:24, 25.
5. Apakah sebagian dari kasih anugerah?

Anugerah memberikan pengampunan atau penghapusan dosa-dosa yang lalu (Roma 3:25). Itu membawa hidup kekal kepada orang percaya (Roma 5:21). Orang percaya menghentikan dosa (Roma 6:1-2, I Yohanes 3:6 "...setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi"), dan melakukan pekerjaan yang diperkenan Allah (Efesus 2:8-10). Penurutan kita kepada kehendak Allah seperti yang dinyatakan dalam hukumNya adalah buah yang otomatis dari keselamatan kita.
6. Apakab Daud mengetahui fakta bahwa keselamatan datang oleh anugerah?

"Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya." Roma 4: 6, 7.7, Apakah orang percaya di bawah hukum atau di bawah anugerah?

"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia." Roma 6:14.

Catatan: Orang-orang yang di bawah anugerah adalah orang-orang yang telah mati kepada dosa. Baca Roma 6:3-1. Tidak ada orang yang dapat diselamatkan dengan cara penurutan kepada hukum Allah; hanya dengan anugerah Allah. Dan barangsiapa yang menerima pengampunan anugerah Allah, bukan lagi di bawah penghukuman Taurat/hukum Allah.
8. Bagaimana keadaan orang-orang yang di bawah hukum? -

"Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah." Roma 3:19.
Catatan: Orang-orang yang melanggar hukum Allah bukanlah di bawah anugerah. Mereka adalah di bawah penghukuman hukum itu, dan dengan demikian mereka bersalah di hadapan Allah.
9. Apakah anugerah meniadakan hukum?
"Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!" Roma 6:15

Kesimpulan

Yakobus menceritakan kepada kita siapa pembuat hukum itu. "Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan." Yakobus 4:12. Kristuslah yang sanggup menyelamatkan.

Yang sanggup membinasakan juga adalah Kristus (Matius 10:28). Oleh karena itu pembuat anugerah adalah juga pembuat hukum. Allah memberikan hukum-hukumNya pada kita untuk melindungi dan menjaga kita di jalan kehidupan, sama seperti kita membangun pagar penghalang di jembatan-jembatan dan jalan-jalan di pegunungan untuk menjaga supaya kita jangan jatuh dari jalan.
Hukum Allah pada masa Kristus : 1. Apakah Kristus datang untuk menghapuskan sebagian dari hukumNya?

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Catatan: Hukum yang disebutkan di sini termasuk semua yang telah dituliskan Musa dan nabi-nabi. Dia datang bukan untuk mengesampingkan sebagian dari hukum itu. Dia menggenapi upacara simbol dan bayangan dalam buku Musa sebagai penggenapan simbol mereka yang besar. Hukum kesepuluh perintah itu digenapi melalui penurutan yang sempurna. Dan la genapi apa yang telah dituliskan para nabi tentang Dia ketika Dia datang sebagai Mesias, Juruselamat manusia.

2. Apa maksudnya menggenapi apabila dihubungkan dengan hukum Allah?

a.. Kalau itu berupa "janji" atau "hukuman akibat sesuatu" maka sesudah digenapi tidak perlu dilaksanakan lagi, janji itu boleh dibilang sudah 'impas'.
b. Tapi kalau itu berupa "hukum" (bukan hukuman) maka menggenapi berarti melakukan, melaksanakan atau bertindak sesuai dengan itu. Paulus mengatakan "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu. Demikianlah kamu memenuhi (fulfil ) hukum Kristus" Galatia 6:2.
Matius 3: 15 mengatakan Tindakan Kristus dibaptiskan adalah menggenapi (fulfil) kehendak Allah, juga dalam Yak 2: 8 "Jikalau kamu menjalankan (fulfil) hukum yang utama ..."
"To Fulfil" dalam Alkitab bhs Inggris, bisa diterjemahkan menggenapi, memenuhi, menjalankan/melaksanakan. Baik dalam Gal 6:2 maupun Yak 2:8, tidaklah dimaksudkan apabila sudah dilaksanakan lantas tidak berlaku lagi.
Catatan: Kesepuluh Hukum moral Allah adalah kekal; sedangkan hukum upacara hanyalah sementara. Baca Efesus 2:15. Semua hukum lambang sudah berakhir.
3. Daripada menghapuskan hukum itu apa Alkitab nubuatkan hendak Yesus lakukan kepada hukum itu?

"Tuhan telah berkenan demi penyelamatanNya untuk memberi pengajaranNya yang besar dan mulia." Yesaya 42:21. Yesus Kristus meninggikan dan membesarkan hukum Taurat dalam kotbahNya di bukit.
4. Bagaimana Kristus membesarkan hukum?

"Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala...................................... Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." Matius 5:21, 22, 27, 28.
Kutipan dari "Pengenalan Alkitab" oleh Dr. R.C. Sproul hal 99-101:

Pokok persoalan pengajaran Yesus ialah bahwa hukum memiliki penerapan yang lebih luas daripada hurufnya. Jika kau membunuh seseorang, kau melanggar huruf hukum, jika kau membenci seseorang kau melanggar roh hukum. Sehubungan dengan perzinahan, Tuhan Yesus berkata bahwa apabila nafsu timbul, orang itu telah melakukan perzinahan "dalam hatinya". Persoalannya ialah, meskipun huruf hukum telah ditaati, roh hukum telah dilanggar; dosa itu lebih dari tindakan luar.Allah memperhatikan hati juga, bukan hanya memperhatikan perbuatan. Orang-orang Farisi berbangga-bangga dengan kebenaran mereka dengan menipu diri waktu berpendapat bahwa mereka telah mematuhi seluruh hukum karena mereka telah mematuhi huruf hukum.

Tuhan Yesus menjangkau melampaui huruf kepada keprihatinan roh hukum. Ia tidak mendudukkan roh hukum sebagai lawan huruf atau mengganti roh hukum untuk huruf hukum, tetapi Ia menambahkan pada huruf itu roh. Inilah kuncinya : "Maka Aku berkata kepadamu : Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Matius 5:20). Orang-orang Farisi memperhatikan hurufnya, Orang-orang Kristen harus memperhatikan keduanya, baik hurufnya maupun rohnya.
5. Menurut Yesus sampai kapankah hukum Taurat berlaku ?

"Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." Matius 5:17, 18.

"Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Matius 24:20-21

"Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal." Lukas 16 : 17
Catatan : Yesus menyatakan bahwa hukum Taurat berlaku sampai akhir jaman
6. Meskipun keselamatan adalah anugrah dan bukan karena penurutan terhadap hukum, namun menurut Yesus bagaimana pentingnya menurut hukum sebagai hasil dari pertobatan sejati yang membawa pada keselamatan?

Matius 5:19-20 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Matius 7: 21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7. Ketika Yesus mengecam para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, apakah Yesus mengecam hukum Taurat itu sendiri atau pelaksanaannya yang menyimpang?
~ Yesus mengecam pelaksanaan adat istiadat yang bertentangan dengan Firman Allah.

Markus 7: 7-8 "Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang kepada perintah manusia."

Para ahli Taurat dan orang Farisi menambahkan adat istiadat pada hukum Tuhan. Salah satu contoh adalah adanya aturan-aturan khusus untuk mencuci tangan dan mencuci perabot-perabot (Markus 7:3-4). Masih banyak hal-hal seperti ini mereka buat (ayat 13 b) dan mereka mempersalahkan orang yang tidak melakukannya. Yesus menyatakan bahwa makan dengan tidak mengikuti aturan-aturan tersebut tidak membuat makanan menjadi najis (ayat 14).

Contoh kedua adalah mereka mengesampingkan hukum Taurat mengenai penghormatan terhadap orang tua demi melaksanakan adat istiadat (Matius 15:3-6)

~ Yesus mengecam pelaksanaan hukum yang hanya memperhatikan segi lahiriahnya.

Para ahli Taurat dan orang Farisi melaksanakan hukum agar mendapat penghormatan, mereka dengan teliti memelihara "huruf hukum" tetapi mengabaikan "roh"nya. Karena menganggap hukum sebagai alat keselamatan maka banyak perintah ditambahkan sehingga menjadi beban.

"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi." Matius 23:2-7

~ Yesus mengecam "berat sebelah"nya pelaksanaan hukum Taurat

Matius 23: 23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
8. Apakah Yesus mengganti hukum Taurat dengan hukum kasih?

"Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal." Lukas: 16:17. " ... kasih adalah kegenapan hukum Taurat" Roma 13:10. Dasar dari hukum Taurat adalah kasih, hukum kasih dalam Matius 22 : 37-39 adalah intisari dari hukum Allah : "Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" Matius 22:40.

Hukum yang pertama : Mengasihi Allah (Matius 22:37) diambil Kristus dari Ulangan 6:5

Hukum yang kedua : Mengasihi sesama (Matius 22:39) diambil Kristus dari Imamat 19:18 Penjabaran dari kasih terdapat dalam hukum-hukum Allah. "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintahNya. I Yohanes 5:3
Berikut adalah kutipan dari :

"ALKITAB : Buku Untuk Masa Kini oleh John Stott, hal 72 - 73 :

"Khususnya zaman ini penting sekali menekankan hukum-hukum moral-Nya, karena sedikitnya ada dua kelompok yang menolak hal ini. Pertama, mereka yang menganjurkan "Moralitas Baru" atau "Etika Situasi" yang mulai dikembangkan di tahun 1960. Menurut mereka, satu-satunya hukum mutlak Allah ialah kasih, dan semua hukum lainnya telah dihapuskan dan kasih sendiri cukup untuk dijadikan patokan bagi kelakuan Kristen. ... Namun demikian kasih membutuhkan garis pedoman, dan pedoman inilah yang disediakan Allah dalam perintah-perintahNya. Kasih tidak meniadakan hukum tetapi menggenapinya (Roma 13 : 8-10).

Kedua, golongan Injili yang menafsirkan penegasan Paulus bahwa "Kristus adalah kegenapan Taurat" (Rm 10:4) dan bahwa "kamu tidak berada di bawah hukum Taurat" berarti orang Kristen tidak wajib lagi mentaati hukum-hukum moral Allah. Melakukan itu, menurut mereka adalah suatu "legalisme" yang bertentangan dengan kemerdekaan yang telah Kristus berikan untuk kita. Tetapi mereka menyalahkan artikan Paulus. Legalisme yang Paulus tolak bukan ketaatan pada hukum moral Allah itu sendiri, tetapi usaha mendapatkan kebaikan dan pengampunan dari Allah dengan ketaatan demikian. Ini mustahil, tulisnya, sebab "tidak seorang pun dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat" (Rm 3:20).

Sekali kita dibenarkan hanya oleh kasih karunia Allah semata, kita dinyatakan benar di hadapan-Nya oleh kasih karunia-Nya yang cuma-cuma melalui Kristus, segera pula kita dimasukkan ke bawah kewajiban menjalankan hukum-Nya yang memang ingin kita taati. Sesungguhnya Kristus mati bagi kita supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita (Rm 8:3-4). Allah menempatkan Roh-Nya di dalam hati kita untuk menuliskan hukum-Nya di sana (Yer 31:33, Yeh 36:27, Gal 5 :22-23). Kebebasan Kristen kita adalah kebebasan untuk taat, bukan kebebasan untuk tidak taat. Sebagaimana yang diutarakan Yesus berulang kali, jika kita mengasihi Dia kita akan memelihara perintah-perintah-Nya (Yoh 14:15,21-24; 15:14).

Kesimpulan :

Kematian Kristus memuliakan dan membesarkan hukum, meninggikan otoritasnya yang bersifat universal. Jika Sepuluh Firman (Dekalog) dapat diubah, maka Kristus tidak perlu mati. Akan tetapi karena hukum ini mutlak dan tidak dapat diubah, kematian menjadi syarat pembayarannya. Dengan matinya Kristus, persyaratan ini dipenuhi, memungkinkan kehidupan kekal dapat diperoleh semua orang yang menerima pengorbanan-Nya yang amat mulia itu. 27 Doktrin Dasar Alkitabiah, hal 285.

METERAI DAN KETAATAN
Pada topik "Monumen" Bab 8 (hal 6) telah diulas mengenai Meterai Allah, saat ini kita akan melihat lebih jauh lagi pentingnya meterai ini khususnya menjelang akhir dunia ini dan hubungannya dengan ketaatan.
1. Apakah Allah mempunyai satu tanda/meterai/cap yang khusus untuk umatNya menjelang kedatangan Kristus kedua kalinya?
Wahyu 7:3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Wahyu 7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

Catatan : Pada waktu seseorang menyerahkan hidupnya pada Kristus, ia dimeteraikan dengan Roh Kudus (Efesus 1:13). Menjelang kedatangan Kristus ke-2, satu pemeteraian khusus diadakan sebelum Allah mengizinkan pengrusakan ke atas bumi ini.
2. Apakah yang terjadi pada mereka yang tidak menerima meterai ini?

Wahyu 9:4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
3. Apakah isi dari meterai yang terdapat di dahi itu?
Wahyu 14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

Wahyu 22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
Catatan : Nama mewakili identitas seseorang, khususnya dalam hal ini adalah tabiat dari Allah sendiri sudah tertanam dalam pikiran kita. Dahi melambangkan pikiran, lebih jauh lihat no: 6.
4. Apakah Iblis juga mempunyai meterai atau tanda di dahi ini?

Wahyu13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
Wahyu17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
Catatan : Iblis membuat meterai tandingan bagi mereka yang tidak mengikuti Allah.
5. Apa aplikasinya dari memiliki tanda di dahi dan di tangan?

Wahyu14:9 Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya,

Wahyu: 20 4 "... yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun".
Catatan : Tanda atau meterai adalah bukti kepemilikan. Dahi melambangkan pikiran/ tabiat dan tangan melambangkan tindakan/pekerjaan. Menerima tanda di dahi berarti menyetujuinya dalam hati, sedangkan tanda di tangan berarti mewujudkannya dalam tindakan.



6. Bagaimana hubungan tanda di dahi (lambang tabiat) dengan kepatuhan kepada perintah-perintah Allah?

Ibrani 8 :10 (Yeremia 31:33) "... Aku akan menaruh hukum-Ku (TauratKu) dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Ulangan 6:5 -8 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, ...haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

Ulangan 11:18.. Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.
Catatan : Akal budi atau dahi menjadi lambang tempat ditaruhnya hukum-hukum Tuhan yang di-intisarikan dalam Hukum Kasih (Ulangan 6:5), yang kemudian dikutip Kristus pada Matius 22: 37.

Pada bab-bab sebelumnya telah dipelajari bahwa hukum Allah adalah pantulan dari tabiat Allah. Hukum-hukum Tuhan yang sudah tertanam dalam dahi (pikiran /akal budi/hati) menjadi ciri umat Tuhan akhir jaman. Kata-kata pada "tangan dan dahi" banyak diulang kembali pada kitab Wahyu.



7. Bagaimana ciri-ciri umat sisa menjelang kedatangan Kristus ke-2?

Ada 2 ciri disebutkan :

Wahyu12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Wahyu: 14 12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

Catatan : Seperti Setan memburu umat Tuhan mula-mula (perempuan dalam Wahyu 12:13), kini di akhir jaman, ia memburu umat keturunan yang sisa dari perempuan itu (King James : "the remnant of her seed"). "Sisa" berarti adalah mempunyai ciri-ciri yang sama seperti "yang mula-mula". Seperi umat Tuhan mula-mula yang menuruti hukum demikian juga umat pada akhir jaman.

Bagi mereka yang 'menuruti hukum' karena mengasihi (dengan iman kepada) Yesus, mereka inilah yang mempunyai hak atas pohon kehidupan dan memasuki kota Yerusalem baru.

Wahyu 22:14 (King James Bible): Blessed are they that do his commandments, that they may have right to that tree of life, and may enter in through the gates into the city.



8. Mungkinkah bagi kita untuk menuruti hukum /perintah-perintah Allah?

I Yohanes: 5 5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,

Ulangan: 30 :11-14. "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. ...Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

Catatan: Kalau hukum Tuhan sudah ada di hati kita (Ibrani 8:10), menjadi bagian dari hidup kita, akan lebih sulit untuk melanggar daripada menurutinya.



9. Apakah tanda dari mengenal dan mengasihi Allah?

I Yohanes 2 3-4. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.

I Yohanes 5: Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.

II Yohanes1: 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Yohanes 14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Yohanes 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

Yohanes: 15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Keluaran 20:6 " ...yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku"

Ulangan 11:1. "Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya.

Ulangan: 30 16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya,

Yosua 22:5 Hanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."

Nehemia 1:5. kataku: "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,

Daniel 9 :4. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Catatan : Pada banyak bagian Alkitab, mengasihi selalu dihubungkan dengan ketaatan terhadap perintah-perintah Tuhan.

10. Bagaimana rasul Yakobus menghubungkan iman dengan perbuatan?

Iman seseorang akan terpantul melalui perbuatannya.

"Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? ...Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? "...Iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna". Yakobus 2:14, 20,22.
Kesimpulan

Mentaati perintah-perintah Tuhan adalah suatu buah / hasil yang otomatis dari kasih kita kepada Tuhan. Kita mengasihi Tuhan adalah karena Dia telah terlebih dulu mengasihi kita memberikan nyawanya ganti kita. I Yohanes 4:10.

BAYANGAN BERTEMU KEGENAPAN-NYA
Dalam bab sebelumnya sudah disinggung bahwa Hukum Moral mengutarakan kehendak Allah, menyatakan dosa (Roma 7:7) sehingga tetap kekal, sebaliknya Hukum Upacara mengutarakan injil dalam bayangan dan lambang. Karena bayangan dan lambang ini telah menemukan kegenapan / tujuan-nya, maka berakhirlah fungsinya.

" ... semuanya ini adalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus" Kolose 2:17. Hukum yang bersifat bayangan akan selesai tugasnya bila yang dibayangkannya sudah terwujud.

Dalam bab ini akan dipelajari bahwa bait suci bangsa Israel mengajarkan tentang Injil keselamatan, Injil yang sama dengan yang Kristus ajarkan. Hukum upacara ini antara lain adalah persembahan korban, makanan dan minuman yang berkaitan dengan upacara, hari-hari suci istimewa, perayaan-perayaan agama, sabat-sabat tahunan. Kitab Imamat menerangkan tentang hal ini, khusunya Imamat 23 membahas mengenai pesta-pesta tahunan dan upacara sabat-sabat tahunan.
1. Adakah persembahan korban sebelum ditetapkan Tuhan melalui Musa di Sinai? Dan apakah yang dilambangkan oleh korban-korban itu?

a. Kejadian 3:21

" TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka". Ini adalah persembahan korban pertama yang tercatat di Alkitab dan Allah sendiri yang melakukannya.

Ketelanjangan manusia akibat dosa ditutupi oleh Allah. Allah mengganti pakaian/cawat dari daun ara (Kejadian 3:7). Bukan hanya persoalan kualitas kekuatan yang Allah inginkan tetapi terlebih Allah ingin mengajarkan makna penebusan. Ada darah yang harus dicurahkan untuk menutupi dosa, dan itu hanya bisa dilakukan oleh darah Kristus.

b. Kejadian 4:4

"Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu". Yang membuat persembahan Habel diterima Allah, karena ia mempersembahkan korban sesuai iman yang benar. Habel beriman pada pengorbanan Anak Domba Allah. Kain mempersembahkan apa yang baik menurut pikirannya, namun itu tidak melambangkan penebusan Kristus.

c. Kejadian 8:20

" Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu". Terluputnya Nuh sekeluarga adalah anugrah Allah ("Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan - Kej 6:8). Persembahan korban Nuh menyatakan imannya kepada Korban yang sebenarnya.

d. Kejadian 22:13

"Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya". Disamping korban domba lainnya yang pernah dipersembahkan Abraham, peristiwa ini sangat khusus dimana Allah menyediakan domba pengganti anaknya. Kristus adalah "Domba" yang menggantikan kita.

e. Keluaran12:21, 27

Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah, ... Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita." Disinilah pengertian persembahan korban menjadi jelas, darah yang tercurah dan dioleskan di ambang pintu, yang melambangkan darah Kristus, meluputkan maut yang harus dialami anak-anak Israel.

Catatan :

Meskipun ada banyak macam persembahan korban yang ditetapkan Tuhan melalui Musa, itu semua menunjuk kepada Anak Domba Allah yang tersembelih bagi kita, karena Allah kita bukanlah seperti dewa-dewa kafir yang "haus darah" yang membutuhkan sesuatu dikorbankan demi kepuasannya. " ...tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan." Ibrani 9:22

2. Ketika Musa mendirikan Kemah Suci, apakah ia mengikuti suatu "contoh"?

Kejadian 25:9,40 "Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya." "Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

Allah menyatakan pada Musa suatu "contoh" untuk diikuti dalam konstruksi kemah suci itu. Kata yang digunakan untuk "contoh" adalah tabnith, yang berarti "pola", "rencana", "satu bentuk", "satu konstruksi", "satu gambaran", "satu struktur", dan "satu tiruan". Ibrani 8:5 mengajarkan bahwa Allah mendisain/merancang bait suci di bumi menjadi satu "salinan", "bayangan", atau "contoh" dari bait suci surgawi. Kata Yunani yang diterjemahkan "bayangan" menunjuk pada suatu bayangan yang dipantulkan oleh satu benda dan yang menggambarkan bentuk benda itu. Walaupun samar-samar, bait suci di bumi ini menggambarkan bait suci surgawi.

. Apakah sebenarnya yang ingin digambarkan oleh Bait Suci beserta upacara-upacaranya?

Ibrani 8: 4-5

Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat.
Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

4. Mengapakah Allah melembagakan suatu struktur yang rumit dan rinci seperti sistem korban dalam Kemah/ Bait Suci, jika pada akhirnya toh tidak ada keselamatan didapatkan di dalamnya?

Upacara-upacara di bait suci melambangkan misi penebusan Kristus, menyatakan seluruh rencana penebusan, dalam bentuk alat peraga atau suatu model.

Cobalah untuk mengerti pekerjaan Kristus terpisah dari upacara bait suci Ibrani. Sangatlah sulit. Kata-kata Petrus bahwa kita ditebus "dengan darah anak domba yang tak bernoda dan yang tak bercacat" (I Pet 1:19) dan pernyataan Paulus "anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus" (I Kor 5:7), tidak ada maknanya kecuali dimengerti dalam konteks pelayanan bait suci Ibrani.

Catatan : Meskipun bait suci duniawi adalah bayangan dari yang nyata (bait suci surgawi), tidak ada keselamatan dalam upacara bait suci itu sendiri. "Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapus dosa" Ibrani 10:4
5. Apakah pekerjaan penyelamatan Kristus berakhir pada pengorbananNya di salib Golgota?

Dengan mempelajari pelayanan bait suci di bumi, dengan jelas diketahui, betapapun mendasar dan pentingnya korban hewan itu, upacara bait suci tidak berakhir dengan kematiannya. Masih ada yang lain yang harus dilaksanakan, bukan oleh orang berdosa itu, melainkan oleh imam yang sedang bertugas. Imam membawa darah korban dan mengadakan pendamaian bagi orang berdosa itu. Singkatnya, orang berdosa itu masih memerlukan seorang pengantara.

Jika kita memahami pelayanan bait suci itu sebagai suatu pola rencana keselamatan, maka pola itu mengajarkan bahwa pekerjaan penyelamatan tidak berakhir dengan korban, sehingga betapa pun penting dan mendasarnya kematian Kristus di salib, pekerjaan-Nya bagi kita tidak berakhir di salib.

6. Apakah pekerjaan berikutnya yang harus dilakukan Kristus setelah pengorbananNya, dan mengapa itu perlu?

Ada dua tahap pekerjaan penyelamatan Kristus :

a. Pengorbanan atau penumpahan darah.

Penumpahan darah adalah bagian dari Korban itu. Jangan salah, pengorbanan Kristus sebagai tebusan bagi kita sudah lengkap di salib Golgota (tidak perlu lagi tambahan atau penyempurnaan oleh usaha manusia), namun pekerjaanNya belumlah selesai sampai di situ.

b. Pengantaraan, atau pemercikan darah.

Pemercikan darah adalah bagian dari Imam. Bila penumpahan darah adalah pekerjaan menyediakan, maka pemercikan darah adalah pekerjaan menggunakan. Kebangkitan Kristus, kenaikanNya, karunia Roh Kudus, dan pekerjaan Kristus sebagai Imam Besar di sorga (Ibrani 4:14, 8:1-2), semuanya diperlukan - bukan untuk menambah kebajikan pada pengorbananNya yang sudah lengkap itu tetapi untuk menerapkan kegunaan pengorbanan itu bagi setiap orang percaya.

Catatan :

Masalah dosa, keselamatan, dan kejahatan, sekalipun mendapat upahnya di dunia, itu melibatkan surga. Dosa tidak berawal di bumi, tetapi di sorga (Yesaya 14: 12-14) dengan pemberontakan Lusifer dan sepertiga malaikat. Oleh sebab itu masalah dosa mempunyai konsekwensi surgawi. Segenap alam semesta terlibat (Roma 8;22) dalam berbagai persoalan uang berhubungan denag dosa dan pemberontakan. Pelayanan Kristus dalam bait suci surgawi diperlukan agar bagian lain dari alam semesta ini melihat bagaimana Allah menghadapi pemberontakan itu dengan terbuka dan adil.


7. Apakah yang digambarkan oleh upacara harian dalam bait suci?

Merupakan gambaran Golgota dan keimamatan Kristus di sorga.

(a) Prinsip yang terkandung dalam setiap persembahan korban karena dosa ialah prinsip substitusi atau pengganti -- mempersembahakan nyawa seekor hewan yang tidak berdosa sebagai pengganti nyawa dari pendosa itu sendiri Imamat 1:4, 4:4,15,24,29; 16:21). Untuk mengajarkan bahwa upah dosa itu ialah maut, hewan itu mati (di tangan pendosa yang sudah bertobat) sebagai pengganti pendosa itu atau sebagai pemikul dosanya.

Catatan : Persembahan korban ini tidak selalu harus berupa anak domba. Untuk upacara ini, bangsa Israel dibagi dalam empat kelompok (1) Imam-imam, (2) Raja atau pemuka (3) rakyat jelata (4) seluruh umat Israel.

(b) Sebelum membunuh korban persembahan itu, pendosa itu meletakkan tangannya di atas kepala hewan itu dan mengaku semua dosanya, dengan demikian menjadi lambang pemindahan dosanya kepada hewan yang tidak berdosa itu.

(c) Imam yang bertugas memercikkan darah korban di bilik yang suci atau di atas mezbah korban bakaran, dengan demikian dosa itu disimpan dulu dalam bait suci untuk pemeriksaan atau pertimbangan pada kemudian hari.

(d) Dengan upacara harian ini, semua dosa yang sudah diakui dipindahkan ke dalam bait suci dan menajiskan bait suci itu, yang memerlukan upacara penyucian khusus pada akhir tahun.

(e) Pendosa yang sudah menyesal itu pulang dengan bebas sampai pada Hari Grafirat -perayaan tahunan - pada waktu dosanya ditinjau kembali untuk menentukan putusan akhir untuk dosa-dosanya itu.

8. Apakah yang digambarkan oleh upacara tahunan dalam bait suci?

Menggambarkan tentang penghukuman akhir dan penyucian dunia ini dari dosa. Penjelasan rinci dari upacara ini terdapat dalam Imamat 16. Garis besarnya sebagai berikut:

(a) Upacara tahunan dipusatkan di Bilik Yang Mahasuci, dan ini hanya boleh dilakukan oleh Imam Besar sendiri.

(b) Upacara ini dikenal dengan "Hari Grafirat" atau "Penyucian Bait Suci", dilaksanakan tanggal 10 bulan ketujuh (Tishri) menurut kalender penanggalan Yahudi, terjadi pada musim gugur.

(c) Setelah persembahan pendahuluan dilaksanakan oleh Imam Besar, mereka membuang undi atas kedua kambing yang disediakan oleh umat itu. Satu untuk "Milik Tuhan", dan yang satu lagi untuk "Azasel" atau "Kambing Hitam" yang melambangkan Setan.

(d) Imam Besar menyembelih kambing Tuhan dan membawa satu baskom darah kambing itu ke dalam Bilik yang Mahasuci, memercikkan darah itu keatas dan dihadapan Tutup Pendamaian. Pada waktu ia keluar, ia percikkan lagi darah itu ke perabot yang ada di bilik yang suci, kemudian ke atas bejana pembasuhan dan mezbah yang berada di halaman bait suci.

(e) Akhirnya Imam Besar mengaku dosa seluruh jemaat yang sudah dipindahkan dan bertumpuk di atas kepala kambing yang masih hidup itu, yang akan di bawa ke padang belantara (dibiarkan untuk mati, bersama dosa-dosa yang dibawanya).

Catatan : Upacara kambing Azasel ini tidak dilakukan SAMPAI bait suci beserta seluruh jemaat itu sudah disucikan oleh darah kambing Tuhan.

(f) Untuk memastikan bahwa dosanya sudah dihapuskan, semua bani Israel harus hadir pada upacara hari Pendamaian/Grafirat ini. Jika ia dengan sengaja tidak hadir atau menolak untuk turut serta maka ia akan diasingkan dari jemaat. Dengan demikian hari Grafirat dipandang sebagai hari Penghukuman Tahunan, dan hingga sekarang ini, bangsa Yahudi masih menganggapnya demikian.

9. Apa yang dilambangkan oleh pengusiran kambing Azasel?

Dalam bahasa Ibrani, kata untuk kambing hitam adalah azasel (Imamat 16:5-10, 20-22).Kambing ini menunjukkan cara Allah dalam penghapusan terakhir dosa dari alam semesta ini. Sebelum kambing itu diusir ke padang gurun, bangsa Israel tidak bisa mengganggap diri mereka telah bebas dari beban dosa-dosa mereka. Seluruh orang Israel harus menjalani Hari Pendamaian itu dalam doa, puasa, dan memeriksa diri.

Mengapakah kambing Azasel itu tidak bisa dikatakan melambangkan pengorbanan Kristus di salib bersama kambing untuk Tuhan, padahal dikatakan kambing itu ditempatkan hidup-hidup dihadapan Tuhan untuk mengadakan pendamaian (Imamat 16:10)?

Jawabannya adalah :

1. Tidak ada darah dicurahkan dari kambing Azasel itu, maka itu bukanlah suatu korban untuk dosa (Ibrani 9:22).

2. Dosa-dosa yang dipindahkan kepadanya telah ditebus oleh korban-korban lain yang telah dicurahkan darah (Imamat 4).

3. Pemindahan dosa-dosa kepada Azasel terjadi setelah segala dosa yang dicatat dalam bait suci telah ditebus oleh darah kambing untuk Tuhan (Imamat 16:16-19).

4. Oleh karena satu kambing telah dipilih untuk Tuhan (Yahweh), maka Azasel untuk siapa kambing yang lain itu ditentukan, haruslah melambangkan satu pribadi yang berdiri menentang Tuhan. Dan itu tentulah Setan.

Catatan :

Pada saat inilah, yaitu pada Hari Pendamaian, pertentangan besar antara Kristus dan Setan digambarkan dalam bentuk mini -- Kristus sebagai penawar bagi dosa dan Setan sebagai penyebab dosa. (Sumber-sumber paling tua di luar Alkitab yang menyebutkan Azasel adalah kitab apokripa 1 Henokh pada abad ke-2 SM. Sepuluh petunjuk kitan ini mengenai Azasel menyatakan dia sebagai pribadi kepada siapa segala dosa dilimpahkan, yang diusir ke padang gurun, yang pasukan malaikat jahatnya akan dihukum).
10. Apa yang dilambangkan oleh hari-hari raya bait suci?

Hari-hari raya bait suci melambangkan siklus penebusan. Ada 7 hari raya yang dicatat Imamat 23.

(1) Hari Raya Paskah (I Kor 5:7, I Pet 1:19,20)

Telah menemukan wujudnya dalam pengorbanan Kristus. Digenapi tepat sampai pada bulan, tanggal dan jamnya. (14 Nisan)

(2) Hari Raya Roti tak Beragi

Istilah “Paskah” dan “Roti tak Beragi” sering digunakan secara bergantian untuk pesta perayaan yg sama. Ragi adalah lambang dosa (I Korintus 5:7-8) dan roti tanpa ragi adalah lambang Juruselamat yang tidak berdosa, yang berhenti di dalam kuburan pada hari Sabat Paskah akhir minggu itu. Digenapi dengan tepat. (15 Nisan).

(3) Buah Sulung (I Kor 15:20-23)

Inilah jawaban lambang Perjanjian Lama bagi kebangkitan Yesus Kristus. Digenapi pada hari yg tepat (16 Nisan)

(4) Pentakosta (Kisah 2:1-4)

Terjadi tepat 50 hari sesudah persembahan Roti yg dibuat dari hasil pertama jelas (16 Nisan), yaitu tercurahnya Roh Kudus. Hari Raya ini dalam Perjanjian Lama adalah perayaan panen (tuaian) dan jelas terlihat pada Pantekosta sebagaimana tuaian ajaib 3000 jiwa yg dihasilkan oleh pekerjaan Roh Kudus. Digenapi dengan tepat ( 6 Sivan)

(5) Serunai/ Sangkakala (Wahyu 14:6,7).

Secara tradisi dikenal pula sebagai hari raya penobatan, sangkakala ditiup menyambut kedatangan raja. Sangkakala akhir ditiup pada hari kedatangan Raja Semesta Alam (Matius 24:31, I Tesalonika 4:16). Menggambarkan kebangunan besar menantikan kedatangan Kristus ke-2 yang digenapi antara tahun 1830-1840an. Hal ini berhubungan dengan dikumandangkannya "penyucian kaabah" tahun 1844 (yang menandai titik akhir nubuatan 2300 petang dan pagi dalam Daniel 8:14).

(6) Hari Grafirat/Pendamaian (Daniel 7:9,10; 8:14; Wahyu 11:18,19).

Digenapi dengan hari penghukuman sebelum kedatangan Yesus -- fase permulaan penghakiman. Mengenai makna hari grafirat ini telah diuraikan dalam butir no 10.

(7) Pondok Daun/Tabernakel (Yesaya 35; Matius 8:11; 13:39,43; 24:31; Lukas 13:28,29; Wahyu 7:9-17; 14;14-16; 19:6-9).

Disebut juga hari raya Pengumpulan Hasil (Keluaran 23:16; 34:22). Akan digenapi pada "Perkumpulan" besar atau "Tuaian pulang ke rumah" yaitu berkumpulnya umat tebusan Allah pada Kedatangan Yesus Kedua kali. Merupakan puncak "Tuaian dari segala tuaian" yang digambarkan oleh sekian banyak perumpamaan dan nubuatan (Matius 3:12; 13:39-41; Yakobus 5:7,8: Wahyu 14:14-16).

Menurut tradisi, tema perayaan hari Tabernakel atau Kemah Suci ini adalah "Allah berdiam ditengah-tengah umatNya). "Lihatlah, kemah Allah ada ditengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka" Wahyu 21:3.

Catatan :

Hari-hari Raya ini juga disebut sebagai "Sabat". Karena dirayakan satu tahun sekali maka kita isebut "Sabat Tahunan" untuk membedakannya dengan "Sabat Mingguan". Sabat Tahunan jatuh pada hari yang berbeda-beda tiap tahunnya, tapi Sabat Mingguan tentu saja selalu jatuh pada hari ke-tujuh.

12. Apa yang dinyatakan kitab Wahyu mengenai bait suci surgawi?

Dalam kitab Wahyu keterangan-keterangan tentang kaabah, mencakup kata "bait, bait suci, dan kemah" (Wahyu 3:12; 7:15; 11:1,2,19; 14:15,17; 15:5-8; 16:1,17; 21:22). Sepanjang penglihatan Yohanes ada hubungan yang saling mempengaruhi terus-menerus antara bumi dan bait suci itu. Kitab Wahyu menyuguhkan Anak Domba dalam suasana bait suci dan bait suci digambarkan sebagai pusat kendali penebusan. Pekabaran-pekabaran penebusan berasal dari ruang tahta Allah di surga. Keamanan orang-orang kudus didasarkan atas kegiatan-kegiatan bait suci Allah dan Anak Domba. Pengadilan juga datang dari bait suci, dan peristiwa-peristiwa akhir zaman juga diarahkan dari situ.

13. Apa yang menandai berakhirnya era bait suci duniawi?

Dengan robeknya tirai bait suci pada hari penyaliban itu (lihat Matius 27:51) Allah menyatakan bahwa semua peraturan keimamatan dalam Perjanjian Lama sudah selesai. Bukan karena hal ini kejahatan adanya tetapi karena apa yang dibayangkan dari peraturan keimamatan tersebeut sudah bertemu dengan realitasnya, sehingga karena itu sudah tidak berlaku lagi. Tujuan utama dari upacara keimamatan hanya mengarahkan kepada Kristus dan tujuan itu telah tercapai. Oleh sebab Ia sudah datang dan telah menyerahkan nyawaNya sebagai korban satu kali dan untuk selamanya, maka peraturan Keimamatan itu sudah cukup tugasnya seperti tangga penunjang/ steger dalam suatu pembangunan gedung.

Catatan:

Pada sisi lain, penyelidikan atas Ibrani 8:6-12 menunjukkan bahwa bagian lain dari hukum Ilahi yaitu bagian yang menyangkut prinsip moral seperti dituangkan dalam Sepuluh Hukum itu justru ditinggikan dan dibesarkan dengan kematiam Kristus. (Roma 3:31)
14. Apa yang dimaksud dengan hukum Taurat yang berubah (Ibrani 7:12,18,19)?
Ibrani 7:12-19

" Sebab, jikalau imamat berubah, dengan sendirinya akan berubah pula hukum Taurat itu. ... Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna, --sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan--tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah"

Dari Ibrani 7:12, yang dimaksud hukum Taurat berubah atau tidak mempunyai kekuatan lagi adalah hukum Taurat yang berhubungan dengan keimamatan.
15. Apa pula yang dimaksud dengan "perjanjian pertama" dan "perjanjian baru" dalam kitab Ibrani?

Ibrani 8:7, 13 "Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.... Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya."

Banyak orang menganggap bahwa perjanjian yang telah menjadi usang itu menyangkut Sepuluh Hukum di Sinai. Di bawah ini akan kita lihat, apakah perjanjian pertama itu adalah Hukum Taurat yang menyangkut Sepuluh Hukum, atau hukum Kesehatan, atau hukum sipil, atau hukum upacara/keimamatan?

Ibrani 9:1,8 "Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia..... Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada."

Ayat-ayat ini jelas menyatakan bahwa itu adalah hukum Taurat yang berhubungan dengan bait suci (tempat kudus) dan peraturan ibadah (upacara), yaitu peraturan keimamatan.

Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua." Ibrani 10:9. Kristus datang melakukan kehendak Tuhan menjadi Penebus yang sesungguhnya, yang sebelumnya dilambangkan oleh korban-korban hewan.

Kesimpulan :

Seperti yang telah dipelajari bahwa hukum Taurat terdiri dari (1) Hukum Moral (Sepuluh Hukum), (2) hukum Kesehatan, (3) hukum sipil dan (4) hukum upacara/keimamatan. Tidak ada satu pun dari ke empat bagian hukum itu yang bersifat "jahat" sehingga tidak perlu dilakukan lagi, tetapi karena masing-masing mempunyai fungsinya tersendiri, sehingga ada yang bersifat kekal dan ada pula yang berlaku selama kurun waktu tertentu.

Sistem keselamatan dalam perjanjian lama ( baca:sebelum salib Golgota) adalah sama dengan sistem keselamatan dalam perjanjian baru (sesudah salib Golgota). Hal ini juga dibahas dalam topik "Injil Kekal" bab IV hal 12. . Mereka yang hidup sebelum peristiwa penyaliban Kristus, juga ditebus oleh darah Kristus.

Ibrani 9:15, 18, Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.... Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.

No comments: